masih berdesis liris
berpagut hampa
dalam pakau
hanya aku dan lamunan
cengkrama pasi
berjelaga lirik
kesah
hijau dalam pejam
pudar dalam terang
redup berlalu
gemercak syahdu
mata air
basuh kalut
luruh sudah
rindu ilalang
berjelapak sepi
26 Mei 2010
Ketika langit tak mampu diraih, bumi tak dapat dipijak, rangkaian diksi menjadi saksi...
Tampilkan postingan dengan label Alur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alur. Tampilkan semua postingan
Kamis, 27 Mei 2010
Merpati
sangkar emas harum membiru
merpati merunduk kaku
paruhnya lekat
kering terasing
dari kawanan
terbang
sayap-sayap mengepak lepas
merpati pun bertasbih
20 Mei 2010
merpati merunduk kaku
paruhnya lekat
kering terasing
dari kawanan
terbang
sayap-sayap mengepak lepas
merpati pun bertasbih
20 Mei 2010
Tiba
aku dan waktu kembali bertemu dalam perjalanan
taman belukar adalah tempatku berpijak
hari ini dan esok
sampai raga luluh di ruang vakum
duniaku yang lalu mulai membelakangi
melambaikan tanggal-tanggal berlalu
menatap sedu seakan menjauh, tak kembali
kini pesawat telah mengangkat tangganya
terangkat dari landasannya, perlahan
menuju bandara lain dalam tanah pendakian
dunia baru
ku tinggalkan wajah-wajah itu, nafas-nafas itu
untuk membenarkan jiwa ini
janji
ini saatnya
tiba...!
20 Februari 2010, 10:55
taman belukar adalah tempatku berpijak
hari ini dan esok
sampai raga luluh di ruang vakum
duniaku yang lalu mulai membelakangi
melambaikan tanggal-tanggal berlalu
menatap sedu seakan menjauh, tak kembali
kini pesawat telah mengangkat tangganya
terangkat dari landasannya, perlahan
menuju bandara lain dalam tanah pendakian
dunia baru
ku tinggalkan wajah-wajah itu, nafas-nafas itu
untuk membenarkan jiwa ini
janji
ini saatnya
tiba...!
20 Februari 2010, 10:55
Dengan Waktu
ini adalah roda kembara
aku satu gerigi
biar terkarat
waktu itu segera
membongkar dimensi ruang
biar sesak
tak pernah terhenti
karena alur begitu
biar perlahan
dalam nuansa kemarin
menjajaki tanah yang baru
akhirnya terang
hari ini jadi esok
tak usah pakai arloji
hanya jiwa
18 Februari 2010, 23:28
aku satu gerigi
biar terkarat
waktu itu segera
membongkar dimensi ruang
biar sesak
tak pernah terhenti
karena alur begitu
biar perlahan
dalam nuansa kemarin
menjajaki tanah yang baru
akhirnya terang
hari ini jadi esok
tak usah pakai arloji
hanya jiwa
18 Februari 2010, 23:28
Langganan:
Postingan (Atom)