Rabu, 23 Februari 2011

Menghirup Aroma Dunia

Semerbak silau menusuk liur
Aroma kesan bertahta angka
Dari jemari hingga dahi
Menjadi bara obsesi rasa

Meski liku dalam pena
Telapak kaki tetap menjejak
Lumpur prestise dalam kacamata
Sekedar lalu oleh kedipan

Berapa harga dunia?
Menjadi uap bersama nafas
Hinggap kala waktu berdenting
Sekedar kesan; rasa belaka

Ya, bahkan nilai tak lagi definitif
Terkubur sebentuk astana kitab
Karena aroma ini harum membius
Meski antara busuk dan mahkota

Bahkan untukmu
Menjadi nisan berukir: Aku

7 September 2010

Tidak ada komentar: